Minggu, 14 Januari 2024

MACAM-MACAM TUGAS BURUH GUDANG TEMBAKAU DI JEMBER


sumber foto: https://komunitaskretek.or.id/ragam/2022/02/mengenal-macam-macam-tembakau-lombok/
diakses pada: 15-04-2024 pukul 09.14 WIB


Jember adalah salah satu kabupaten penghasil tembakau terbesar. Bahkan batik motif tembakau pernah saya kenakan sebagai seragam batik resmi di salah satu SMA Negeri di Jember. Rumah sakit paru-paru pertama di Jawa Timur yang sudah dibangun sejak masa pemerintah colonial Belanda, juga ada di Jember. Pembangunan rumah sakit paru di Jember tidak lain karena Jember adalah penghasil tembakau dan banyak warganya yang merokok. Logo Universitas Jember juga menampilkan unsur tembakau, bahkan yang terbaru, gedung IsDB di Universitas Jember mengambil bentuk tembakau sebagai arsitekturnya. Betapa tembakau sangat berharga di Jember. Terlahir di kabupten penghasil tembakau terbesar, saya kebetulan juga anak dari seorang buruh di salah satu gudang tembakau yang ada di Jember.

Sore itu tanggal 25 Agustus 2023, saya mengganggu sedikit kegiatan Mama yang sedang menyetrika pakaian di ruang tamu. Kebetulan Mama berhenti sejenak dari profesinya sebagai buruh tembakau di salah satu gudang tembakau di Jember karena tembakau di gudang tempat Mama bekerja sudah menipis, biasanya dinamakan lorotan oleh orang-orang gudang, yang artinya banyak buruh yang berhenti sejenak dari pekerjaan mereka untuk mencari pekerjaan lain sambil menunggu panggilan untuk bekerja kembali di gudang tembakau sebelumnya.

Saya sedikit mewawancarai Mama mengenai apa saja tugas buruh tembakau di gudang tembakau tempat beliau bekerja, dan hasilnya, mereka memang terbagi dalam beberapa bidang, antara lain: mutu, memilih KMB, untingan, dan yang terakhir adalah gilingan.

Mutu adalah pekerjaan memilih warna tembakau, kadar minyak pada daun tembakau, dan ukuran tebal, tipis, dan sedang pada tembakau. Ketika tembakau selesai dipanen dan diangkut menggunakan truk-truk besar yang langsung dikirim ke gudang tembakau, yang dilakukan setelah semua tembakau diturunkan dari truk adalah menimbangnya, lalu dioven, setelah keluar dari oven langsung diluruskan daun-daunnya yang menurut bahasa orang gudang tembakau tempat Mama bekerja, yang mayoritas adalah orang Madura, pekerjaan ini disebut abirbir. Daun-daun tembakau yang telah diluruskan, selanjutnya masuk ke proses mutu untuk dipilih warna, kadar minyak pada daun tembakau, dan ukuran tebal, tipis, dan sedangnya. Sebelum bekerja di gudang tembakau, Mama hanya tahu kalau warna tembakau adalah hijau, tapi setelah satu tahun bekerja di gudang tembakau, Mama tahu kalau warna tembakau ada yang merah, hijau (orang Madura menyebut warna hijau sebagai warna biru), dan kuning. Selain memilih warna tembakau, para buruh yang mayoritas adalah perempuan selanjutnya diharuskan memilah tembakau berdasarkan kadar minyak yang ada di daunnya. Ada minyak 1,2,3, minyak neplok (minyak yang ada di tengah batang daun tembakau), minyak ½ daun (minyaknya hanya terlihat di setengah daun tembakau), minyak ¼ daun (minyaknya hanya terlihat di seperempat daun tembakau), dan minyak lepos (minyak yang terlihat pada keseluruhan daun tembakau). Cara tahu kadar minyak pada batang daun tembakau adalah melihatnya dengan jeli, karena kata Mama, pasti akan terlihat kadar minyak pada daunnya.

Tugas selanjutnya adalah memilih KMB. Di bidang ini, para buruh diharuskan memilah daun tembakau berdasarkan ukurannya, yaitu harus dibedakan mana tembakau yang daunnya tebal, sedang, atau tipis. Bidang tugas selanjutnya disebut untingan. Untingan tugasnya adalah mengikat daun-daun tembakau berdasarkan ukurannya entah besar, sedang, atau kecil. Daun-daun tembakau itu akan diikat sesuai dengan ukurannya lalu diberi sumbu dengan warna sesuai dengan ukurannya. Mama kurang paham warna apa yang digunakan untuk membedakan satu ikat tembakau berukuran besar, sedang, dan kecil karena Mama hanya sekali-dua kali ditempatkan pada bidang ini. Biasanya, satu ikat berisi 16 ikan daun tembakau.

Bidang tugas yang terakhir adalah gilingan. Saya pikir tugas di bidang ini adalah menggiling daun-daun tembakau, tapi ternyata tidak. Namanya memang gilingan, tapi tugasnya tidak ada giling-gilingannya sama sekali, melainkan memasukkan tembakau menurut besar kecilnya daunnya pada kotak-kotak yang nantinya akan dipress lalu siap dimasukkan pada kontainer.

Mama sendiri setahun ini sudah pernah ditempatkan di bidang mutu, milih KMB, dan untingan. Kalau diurutkan, menurut Mama pekerjaan yang paling mudah adalah milih KMB, yang kedua adalah mutu, dan yang terakhir adalah untingan. Memilih kadar minyak juga menjadi salah satu tugas yang sulit karena buruh dituntun cepat, tapi harus jeli pula.

Sisa-sisa tembakau yang bentuknya sudah hancur dan kecil-kecil, umumnya tidak dibuang, tapi dimasukkan ke dalam kotak-kotak untuk selanjutnya dijual. Hasil penjualannya digunakan untuk membayar para buruh, sementara hasil penjualan untuk tembakau-tembakau yang bagus akan masuk ke kantong pemilik gudang tembakau.

Penulis: Ida Ayu Saraswati
Editor: Ida Ayu Saraswati
Share:

0 comments:

Posting Komentar