Jember adalah salah satu kabupaten penghasil tembakau terbesar. Bahkan batik motif tembakau pernah saya kenakan sebagai seragam batik resmi di salah satu SMA Negeri di Jember. Rumah sakit paru-paru pertama di Jawa Timur yang sudah dibangun sejak masa pemerintah colonial Belanda, juga ada di Jember. Pembangunan rumah sakit paru di Jember tidak lain karena Jember adalah penghasil tembakau dan banyak warganya yang merokok. Logo Universitas Jember juga menampilkan unsur tembakau, bahkan yang terbaru, gedung IsDB di Universitas Jember mengambil bentuk tembakau sebagai arsitekturnya. Betapa tembakau sangat berharga di Jember. Terlahir di kabupten penghasil tembakau terbesar, saya kebetulan juga anak dari seorang buruh di salah satu gudang tembakau yang ada di Jember.
Sore itu tanggal 25 Agustus 2023, saya mengganggu
sedikit kegiatan Mama yang sedang menyetrika pakaian di ruang tamu. Kebetulan
Mama berhenti sejenak dari profesinya sebagai buruh tembakau di salah satu
gudang tembakau di Jember karena tembakau di gudang tempat Mama bekerja sudah
menipis, biasanya dinamakan lorotan
oleh orang-orang gudang, yang artinya banyak buruh yang berhenti sejenak dari
pekerjaan mereka untuk mencari pekerjaan lain sambil menunggu panggilan untuk
bekerja kembali di gudang tembakau sebelumnya.
Saya sedikit mewawancarai Mama mengenai apa saja tugas
buruh tembakau di gudang tembakau tempat beliau bekerja, dan hasilnya, mereka
memang terbagi dalam beberapa bidang, antara lain: mutu, memilih KMB, untingan, dan yang terakhir adalah gilingan.
Mutu adalah pekerjaan memilih warna tembakau, kadar
minyak pada daun tembakau, dan ukuran tebal, tipis, dan sedang pada tembakau.
Ketika tembakau selesai dipanen dan diangkut menggunakan truk-truk besar yang
langsung dikirim ke gudang tembakau, yang dilakukan setelah semua tembakau
diturunkan dari truk adalah menimbangnya, lalu dioven, setelah keluar dari oven
langsung diluruskan daun-daunnya yang menurut bahasa orang gudang tembakau tempat
Mama bekerja, yang mayoritas adalah orang Madura, pekerjaan ini disebut abirbir. Daun-daun tembakau yang telah
diluruskan, selanjutnya masuk ke proses mutu untuk dipilih warna, kadar minyak
pada daun tembakau, dan ukuran tebal, tipis, dan sedangnya. Sebelum bekerja di
gudang tembakau, Mama hanya tahu kalau warna tembakau adalah hijau, tapi
setelah satu tahun bekerja di gudang tembakau, Mama tahu kalau warna tembakau
ada yang merah, hijau (orang Madura menyebut warna hijau sebagai warna biru),
dan kuning. Selain memilih warna tembakau, para buruh yang mayoritas adalah
perempuan selanjutnya diharuskan memilah tembakau berdasarkan kadar minyak yang
ada di daunnya. Ada minyak 1,2,3, minyak neplok
(minyak yang ada di tengah batang daun tembakau), minyak ½ daun (minyaknya
hanya terlihat di setengah daun tembakau), minyak ¼ daun (minyaknya hanya
terlihat di seperempat daun tembakau), dan minyak lepos (minyak yang terlihat pada keseluruhan daun tembakau). Cara
tahu kadar minyak pada batang daun tembakau adalah melihatnya dengan jeli,
karena kata Mama, pasti akan terlihat kadar minyak pada daunnya.
Tugas selanjutnya adalah memilih KMB. Di bidang ini,
para buruh diharuskan memilah daun tembakau berdasarkan ukurannya, yaitu harus
dibedakan mana tembakau yang daunnya tebal, sedang, atau tipis. Bidang tugas
selanjutnya disebut untingan. Untingan tugasnya adalah mengikat daun-daun
tembakau berdasarkan ukurannya entah besar, sedang, atau kecil. Daun-daun
tembakau itu akan diikat sesuai dengan ukurannya lalu diberi sumbu dengan warna
sesuai dengan ukurannya. Mama kurang paham warna apa yang digunakan untuk
membedakan satu ikat tembakau berukuran besar, sedang, dan kecil karena Mama
hanya sekali-dua kali ditempatkan pada bidang ini. Biasanya, satu ikat berisi
16 ikan daun tembakau.
Bidang tugas yang terakhir adalah gilingan. Saya pikir tugas di bidang ini adalah menggiling
daun-daun tembakau, tapi ternyata tidak. Namanya memang gilingan, tapi tugasnya tidak ada giling-gilingannya sama sekali,
melainkan memasukkan tembakau menurut besar kecilnya daunnya pada kotak-kotak
yang nantinya akan dipress lalu siap dimasukkan pada kontainer.
Mama sendiri setahun ini sudah pernah ditempatkan di
bidang mutu, milih KMB, dan untingan.
Kalau diurutkan, menurut Mama pekerjaan yang paling mudah adalah milih KMB,
yang kedua adalah mutu, dan yang terakhir adalah untingan. Memilih kadar minyak juga menjadi salah satu tugas yang
sulit karena buruh dituntun cepat, tapi harus jeli pula.
0 comments:
Posting Komentar