Semuanya menjadi lebih jelas di season 3. Tim Golden Time masih memburu pelaku kejahatan cyber yang membingungkan di awal–apakah basis mereka di Korea Selatan atau di Jepang? Karena Detektif Do Kang Woo bahkan sempat menghilang selama sekian bulan untuk memburu mereka ke Jepang setelah kejadian di episode terakhir season 2.
Banyak yang harus berkorban di season 3, termasuk di antaranya adalah 2 tokoh utama (aku nggak mau spill siapa aja hahahaha). Aku pikir kasus cyber tentang situs lelang Dokter Fabvre dengan prinsip lelang sebuah lukisan padahal ternyata adalah situs untuk membeli video pembunuhan sadis dan anggota tubuh manusia, nggak ada hubungannya sama sekali dengan Detektif Do Kang Woo, tapi ternyata salah satu pembunuh berantai yang bernama Bang Je Soo yang sudah muncul dan meresahkan Tim Golden Time sejak season 2, memang digunakan untuk mengganggu Kang Woo karena ternyata seseorang yang punya hubungan darah dengan Kang Woo adalah salah satu orang yang paling dicari. Plotnya bagus dan cukup plot twist karena aku pikir selain Bang Je Soo yang terobsesi untuk mengganggu Kang Woo, ada Koichi, salah satu anggota Dokter Febvre yang bukan tokoh baru, melainkan sudah kenal Kang Woo saat Kang Woo masih kecil. Kalau ditarik secara garis besarnya, premis season 2 dan 3 sederhana saja, seseorang yang punya hubungan darah dengan Kang Woo membangun sebuah situs gelap untuk memancing Kang Woo karena dia yakin Kang Woo adalah monster yang sama dengan orang-orang di balik situs gelap tersebut, dan bagaimana premis sederhana itu dikembangkan kemudian dieksekusi dengan cara yang epik, rumit, dan artistik dalam artian “dark” karena beberapa korban yang dibunuh diperlakukan seperti sebuah seni, adalah poin yang bikin aku sukses tepuk tangan untuk Voice season 2 dan 3 ini.
Ending di season 3 ini sungguh………. hmmmm…. hehehehe aku bahkan agak gemas kalau ingat gimana endingnya, tapi menurutku, ending yang bikin “gemas” ini adalah ending yang sudah seharusnya alias sudah tepat. Ending season 3 mengingatkanku pada salah satu drakor yang punya ending sama, yaitu Kill It.
Konflik yang dibangun pada pertengahan season 2 hingga season 3 sangat epik menurutku. Ini adalah jenis konflik internal, konflik pribadi yang akhirnya mengganggu tim Golden Time. Aku juga salut dengan tokoh Detektif Do Kang Woo yang berusaha melawan penyakitnya yang kadang kambuh dan merugikannya karena dia akan kelihatan seperti orang jahat, dan sepanjang season 3 dia berjuang untuk menahan hasratnya menjadi seorang monster karena bagaimanapun, dia adalah seorang detektif, seorang polisi yang tugasnya adalah menyelamatkan masyarakat. Konflik internal yang dihadapi Kang Woo tidak mudah, aku cukup “gemas” karenanya, dan bagaimana ending season 3 yang…. yahhhhh… bikin gagal move on, tapi memang itulah ending yang tepat untuk Kang Woo.
Aku nggak akan bosan bilang kalau Voice adalah salah satu drakor genre crime dan misteri terbaik yang pernah aku tonton. Ah ya, jangan skip prolog season 4 di last episode dari season 3 ya, karena ternyata ada plot twist lain yang lebih besar daripada itu. Klunya adalah, orang yang kita pikir sudah mati di season sebelumnya, ternyata masih ada kaitannya di season 4. Dan premis dari season 4 juga nggak kalah epik. Dan yang berkonflik sekarang adalah Kang Kwon Joo yang harus berhadapan dengan seseorang dengan kemampuan pendengaran yang sama dengannya, tapi digunakan untuk tujuan yang nggak baik. Di season 4 aku rasa akan lebih tegang dan lebih kejar-kejaran karena aku rasa, situs gelap di season 3 belumlah rampung sepenuhnya sebab di season 4 akan disinggung dan mungkin masih jadi masalah utama yang harus mereka brantas bersama.
Nggak sabar untuk nonton season 4 dan kasih reviewnya ke kalian.
Terima kasih untuk suguhan yang memukau dari season 2 sampai 3, ini adalah salah satu drakor yang bikin aku gagal move on, hahahaha. Good job all.
Sampai jumpa di review Voice season 4.
0 comments:
Posting Komentar