Sabtu, 25 Mei 2024

REVIEW DRAKOR "DUTY AFTER SCHOOL"

Akhirnya selesai juga menonton salah satu drakor dengan tema survival yang menurutku epik dan bagus. Duty After School adalah drama Korea yang menceritakan tentang para murid SMA yang sebentar lagi akan naik kelas 12 dan menghadapi CSAT atau ujian masuk perguruan tinggi yang susahnya minta ampun, tapi alih alih menjalani kehidupan SMA seperti pada umumnya, mereka malah harus melakukan serangkaian pelatihan militer karena ada bola bola misterius yang terbang di langit Korea Selatan dan ketika bola itu jatuh kemudian pecah, makhluk makhluk aneh akan langsung berlari berpencar mencari mereka lalu menjadikan mangsa dan kalau makhluk itu sudah menghinggapi tubuh manusia, manusianya pasti meninggal dalam keadaan yang mengenaskan. Seluruh kota di Korea Selatan hancur berantakan karena kejadian ini dan tentu saja memakan banyak korban. Jalanan yang biasanya ramai jadi sepi. Toko toko ditinggal para pemiliknya. Yang tersisa hanyalah anak anak SMA kelas 12 dan beberapa personel tentara yang harus melawan makhluk itu sampai dinyatakan selesai dengan iming iming siapapun yang berhasil melakukan misi ini sampai akhir akan diberi poin ekstra untuk SCAT nanti. Mereka semangat dong, dan berpikir bahwa ini hanya sebentar, nggak tahunya sampai setahun mereka harus berperang sama makhluk itu dan dijadikan alat pemerintah untuk melawan para makhluk aneh itu sambil menunggu senjata buatan manusia bisa rampung supaya bisa memusnahkan bola bola misterius itu lebih banyak. Total ada 10 episode dan menurutku alurnya pas, nggak terlalu cepat atau terlalu lambat. Konflik yang terjadi di antara mereka juga realistis, khas perdebatan anak anak SMA, persahabatan yang diuji ketika harapan mereka untuk kembali bersekolah seperti normal rasa rasanya nggak akan mungkin tercapai, belum lagi mereka harus kehilangan beberapa orang dan teman karena insiden itu, ditambah harus jauh dari orangtua dan sama sekali nggak tahu keadaan mereka apakah selamat atau enggak, dan ketika harus menghadapinya sampai akhir juga bukan hal yang mudah. Kemistri semua tokohnya terbangun dengan bagus. Pelan pelan mereka jadi dekat dan saling melindungi sampai akhir. Aku kira endingnya sesuai ekspektasiku, mereka diserang sama makhluk makhluk dari bola bola yang jatuh, tapi ternyata endingnya di luar dugaanku. Plot twistnya mantap.

Ada salah satu tokoh yang sebelumnya nggak terlalu krusial menurutku, tapi di akhir dia mengalami pengembangan karakter yang cukup bagus, tokohnya adalah Kook Young Soo. Dia adalah yang paling berambisi untuk ikut CSAT di saat teman temannya sudah nggak semangat lagi, karena apa yang diharapkan dari perjuangan mereka yang seolah tanpa akhir itu? Bertahan hidup aja udah syukur, boro boro mikirin CSAT. Mereka kayak udah kehilangan harapan. Dan mendekati akhir episode, terungkap juga kenapa Young Soo sangat berambisi untuk bisa ikut CSAT dan syok berat setelah tahu kalau CSAT dibatalkan, itu artinya perjuangan mereka untuk membasmi makhluk makhluk itu sia sia, poin tambahan yang dijanjikan ternyata nggak pernah ada, mereka benar benar dijadikan alat sama pemerintah untuk melawan semua makhluk itu tanpa perlindungan dari siapapun. Wajar sih mereka stress, mereka cuma remaja 19 tahun yang cuma kepengin menjalani masa SMA mereka dengan normal. Kook Young Soo ternyata nggak terlahir dari keluarga yang kaya, ibu bapaknya harus kerja keras setiap hari untuk membiayai sekolah dia dan adik adiknya, jadi nggak heran kalau dia berjuang keras banget di tengah kehancuran negaranya akibat para makhluk misterius itu supaya bisa masuk universitas terbaik, dapat pekerjaan terbaik, dan bisa mengubah nasib keluarganya sebab dia nggak mau nasibnya di masa depan kayak ayah ibunya, dia juga nggak mau adik adiknya punya nasib yang sama kayak orangtua mereka, dan di sini, yang tahu soal alasan Young Soo berambisi ikut CSAT cuma Yi Cheol. Teman teman sekelasnya nggak ada yang tahu, bahkan nggak ada yang bertanya kenapa Young Soo seambis itu. Mereka cuma bisa menyalahkan tingkah Young Soo yang nggak bisa menerima kenyataan kalau CSAT buat angkatan mereka dibatalkan. Jang Soo, salah satu tokoh di sini yang kalau nggak salah adalah wakil ketua kelas, berusaha menenangkan Young Soo dengan bilang kalau CSAT nggak diadakan, masih ada tahun depan, tapi itu nggak membuat Young Soo tenang karena Young Soo nggak punya guru privat atau pergi ke tempat bimbel kayak teman temannya. Teman temannya rata rata adalah orang yang mampu secara finansial, jadi kalaupun gap year juga mereka nggak masalah, sementara buat Young Soo, gap year adalah masalah besar buat dia karena dia akan membebani keluarganya. Aku juga nggak bisa menyalahkan Young Soo yang nggak menceritakan soal kenapa dia ambis banget buat ikut CSAT ke teman temannya karena mungkin itu adalah hal memalukan buat diketahui sama banyak orang, tapi di satu sisi aku juga nggak bisa melulu menyalahkan teman teman sekelasnya yang nggak menanyakan kenapa Young Soo seambis itu karena keadaan mereka sendiri juga sulit. Setiap anak punya konflik batin dan pikirannya sendiri, mereka juga udah capek fisik dan batin, jadi kalau harus dituntut ini itu juga bakalan capek berkali kali lipat.

Situasinya sulit dan kacau banget, sampai aku yang nonton udah capek mau menyalahkan siapa dan siapa. Mau nyalahin pemerintahnya karena nggak melindungi anak anak itu, tapi ya gimana, mereka juga kehilangan banyak personel tentara yang membuat mereka harus bertahan hidup dengan mengorbankan anak anak itu sebagai tameng selama mereka mengembangkan senjata untuk memusnahkan bola bola itu dalam waktu yang singkat. Mungkin mereka memang harus berkorban dan dikorbankan, supaya perang melawan para makhluk itu selesai, walaupun memang pelik banget, tapi, yah... begitulah.

Kenapa jadi serius banget gini ya, hehe.

Tapi terlepas dari ini itu, aku berani kasih rating drakor ini 9/10 karena komedinya dapat, kemistri para pemainnya dapat, persahabatannya dapat, perjuangan untuk bertahan hidup juga dapat, endingnya juga mantap walaupun yah wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkw ah, sudahlah, tapi di akhir episodenya, beruntung banget dikasih kilasan video "dibuang sayang" istilahnya yang memperlihatkan scene dimana semuanya masih normal dan baik baik aja, di saat mereka semua cuma murid SMA biasa.

Aku nggak tahu banyak soal sinematografi dan unsur unsur dalam film yang harus diperhatikan untuk membuat kritik film dan ulasan, tapi ini adalah caraku mengulas film itu. Memang nggak sesuai dengan pedomannya, tapi semoga bisa dipahami.
Share:

0 comments:

Posting Komentar