Aku kira Voice season 2 adalah lanjutan dari
Voice season 1, tapi ternyata enggak. Karena di Voice season 2, mereka harus
memecahkan kasus pembunuhan berantai yang baru. Menurutku, kasusnya lebih rumit
di season 2 dan cara pembunuhannya lebih kejam, sampai aku harus menutupi layar
dengan tangan kalau ada adegan yang menunjukkan bagaimana pelakunya lagi
mengeksekusi korban selanjutnya. Dan di season 2, pembunuh berantainya lebih
cerdik dan rapi.
Season 2 ini, Detektif Mo Jin Hyuk sudah nggak
bertugas. Lawan main Kang Kwon Joo digantikan oleh Do Kang Woo. WOI DEMI APAPUN
AKU NGEFANS BANGET SAMA DO KANG WOO SOALNYA BELIAU KEREN SKSKSKSK.
Di season 2 ini masih sama, Kang Kwon Joo harus
kerja sama bareng Do Kang Woo buat mengungkap siapa pembunuh berantai yang
sudah menewaskan ketua tim Golden Time yang baru, yang ternyata pembunuh dari
rekan kerjanya Do Kang Woo yang namanya Na Hyung Joon, adalah orang yang sama. Mereka
dipertemukan di TKP dari ketua tim Golden Time yang baru, kalau nggak salah
namanya detektif Jang, yang mana waktu itu Do Kang Woo langsung nyerobot buat
melihat TKP karena ada kesamaan model pembunuhan, dimana salah satu anggota
tubuh korbannya terpotong. Tapi karena curiga Do Kang Woo bakalan mengacaukan
TKP, akhirnya Kang Kwon Joo menodongkan senjata dan yang pasti, curiga sama
kehadiran Do Kang Woo. Buat bisa bekerja sama dengan Do Kang Woo di tim yang
sama bukanlah hal yang mudah, karena Do Kang Woo lebih suka bekerja sendirian
dalam menyelesaikan kasus sebagai akibat dia yang nggak punya banyak teman di
dalam tugasnya sebagai detektif. Satu-satunya teman yang dia punya adalah Na
Hyung Joon, yang sayangnya mati dalam misi mereka dimana tangannya terpotong
oleh pembunuh berantai yang mengenakan topeng. Tapi pada akhirnya mereka bisa
bekerja sama dalam satu tim, dengan Do Kang Woo yang tetap bersikap dingin. Dia
jago banget buat membekuk para pelaku kejahatan, sepadan sama kemampuannya Kang
Kwon Joo dan Golden Time. Sama seperti di season sebelumnya, di season 2 pun
mereka masih harus menerima telepon-telepon darurat dari para penelepon yang
butuh pertolongan, yang beberapa kasus si penelepon ada kaitannya dengan
pembunuh berantai yang mereka cari. Hint di pelaku di season 2 adalah serangga,
seseorang bekerja sebagai penjaga pantai, laki-laki yang perawakannya lebih
besar daripada Do Kang Woo, ahli computer dan jago bela diri, pelaku yang
sengaja mengadu domba alias memanfaatkan kemarahan orang lain supaya mereka
punya keinginan untuk saling membunuh, dan kotak bintang untuk tempat menyimpan
bagian tubuh korbannya. Pelakunya juga punya masa lalu yang nggak mengenakkan
dimana dia juga jadi korban kekerasan anak yang dilakukan oleh ibunya sendiri,
tapi dia nggak pernah mau meninggalkan ibunya dan terobsesi buat selalu
mematuhi perintah ibunya. Bahkan sampai ibunya meninggal, dia lebih memilih
mengawetkan mayat ibunya dibandingkan melaksanakan prosesi pemakaman. Di season
2 ini menurutku konfliknya lebih berwarna. Selain konflik eksternal dari para
korban yang harus mereka selamatkan, ada konflik internal yang nggak kalah epik,
dimana Do Kang Woo punya masa lalu yang kelam. Dan karena masa lalunya yang
kelam, saudara tirinya Na Hyung Joon, detektif Na, itu selalu nggak suka sama
apapun yang dilakukan Do Kang Woo karena dia menganggap kalau Kang Woo adalah
pelaku yang membuat adiknya, Na Hyung Joon, terbunuh, walaupun dia sendiri
belum punya bukti konkret. Asli ya, konflik internal dan eksternal di season 2
ini semakin bikin aku gemas. Semua bukti yang ada cukup untuk membuat Kang Woo
terpojok dan dianggap sebagai psikopat, dan kesempatan ini dimanfaatkan sama
pembunuh berantai yang mereka incar untuk memecah belah Golden Time dan
berhasil, walaupun memang mereka pulih kembali. Aku kasihan sama tokoh Kang Woo
karena nggak ada yang percaya sama dia sebelumnya, makanya dia bekerja lebih
keras sebagai detektif untuk membuktikan kalau dia nggak akan jadi pembunuh
seperti ayahnya dulu. Dan yang lebih menyayat hati adalah ketika salah satu
teman dekatnya Kang Woo , yang bikin dia percaya kalau dia bener-bener teman
yang mengerti dia sama seperti mendiang Na Hyung Joon, mengkhianati dia. Kalau
di season 1, saat Detektif Mo Jin Hyuk dikhianati sama salah satu partner
kerjanya di tim yang udah dia anggap seperti adik kandungnya sendiri itu bisa
langsung mengekspresikan kemarahannya di depan orangnya langsung, beda sama
Kang Woo yang walaupun dikhianati, nggak bisa marah langsung, tapi nada
bicaranya berubah dingin dan pada akhirnya Cuma bisa melampiaskan kekecewaannya
dengan menghajar si temannya ini walaupun nggak sampai babak belur banget. Do
Kang Woo bukan orang yang mau membuang waktu dan tenaganya buat orang-orang
yang nggak percaya atau yang mengkhianati dia. Jadi dia tetap berlalu meskipun
badai berlalu lalang menerpa dia dari segala penjuru. ANJAYYYYYYY. Eh, tapi
memang bener. Hehehe. Wah, campur aduk banget dah! Pecah!
Salah satu hal yang membuat drakor ini lebih
realistis adalah ketika para detektif kesusahan untuk menangkap pelaku yang
sebenarnya karena pelakunya memang secerdik dan sepintar itu. Karena walaupun
mereka detektif yang udah ahli, mereka tetap aja pernah melakukan kesalahan di
lapangan. Kegigihan Kang Kwon Joo dari season 1 nggak pernah berkurang. Dia
berdedikasi banget sama pekerjaannya, dan Lee Ha Na memerankan karakter Kang
Kwon Joo dengan sangat baik menurutku. Ekspresinya, tempo nada bicaranya,
tatapannya, sebagai penonton aku bisa merasakan gimana gigihnya dia sebagai
anggota Golden Time.
Dan penutup season 2 ini diakhiri dengan adegan
yang epic parah. Untungnya aku nonton season 2 dalam keadaan season 3 sudah
rilis. Kalau aku harus nunggu season 3 rilis, kayaknya aku bakalan nggak
sanggup deh, karena ending di season 2 bikin penasaran banget. Aku sempat takut
dan mewanti-wanti (AZIKKK) apakah Kang Woo masih muncul di season 3 atau nggak,
karena ending season 2 masih belum menggambarkan ending yang sebenarnya—karena menurutku
ending season 2 justru kelihatan seperti permulaan menuju season 3 yang lebih
rumit lagi. DAN TERNYATA, KABAR BAIK UNTUK KITA SEMUA, KANG WOO MASIH MUNCUL DI
SEASON 3!! AAAAAAAAA SENENGNYA WOOOIII!! Tapi aku nggak sengaja dapet bocoran
dari pinterest kalau di season 3 ini konfliknya makin berat lagi dan Kang Woo
banyak berubah. Aku udah mempersiapkan diri kalau di season 3 ini Kang Woo
harus hilang dari radar hiksssss. Feelingku, Kang Woo bakalan jadi the next
patah hati terhebatku setelah drakor Kill It dengan genre yang sama, masih
tentang misteri dan pemecahan kasus. Mana aku suka gemes sendiri kalau Kang Woo
dan Kwon Joo lagi ada scene bersama, padahal nggak ada adegan romantis
sepanjang alur ceritanya, tapi kebersamaan mereka berdua yang mendiskusikan
kasus, bikin gemes. Dan genre misteri dan action, mau film, series, atau
drakor, romance tipis-tipis antar tokoh laki-laki dan perempuannya selalu
sukses bikin aku gagal move on. YAHAHAHAHA. Tapi gimana ya, life is must go on,
walaupun drakor yang ini bakalan bikin gagal move on. CAKEEEEPPPPP.
Yang membuat season 2 ini lebih keren menurutku
adalah karena pembunuh berantai yang mereka buru juga nggak kalah keren. Jadi
aku punya asumsi kalau karakter protagonist di sebuah film atau series atau
novel atau komik, bisa kelihatan keren kalau mereka punya tokoh antagonis yang
keren juga. Keren dalam artian, mereka cerdik dan cerdas dalam menyembunyikan
identitas di balik serangkaian perilaku yang mereka lakukan.
Rating untuk season 2, masih sama seperti
season 1, yaitu 9/10. Good job buat Voice season 2. Sampai jumpa di season 3.
Hiks. Kuatkan aku untuk menonton Voice season 3 sampai habis, karena Kang Woo
bakalan bener-bener dibuat terpojokkan. Aku memang suka konsep season
selanjutnya yang beda dengan season sebelumnya, karena itu bikin warna dalam
alur ceritanya lebih berwarna, tapi WOI, di Voice 3 memang bakalan lebih berat
daripada season 2 sih. Seperti aku yang udah berhasil move on dari season 1 ke
season 2, harusnya bisa sih move on dari season 3 ke season 4. HWHWHWHWHWHW.
SEMOGA.
Ya udah, sampai jumpa lagi di review Voice
season 3.
0 comments:
Posting Komentar